Sosialisasi Senam Jam Wajib Belajar, Ratusan Siswa Bergembira

Untuk mengajak anak belajar, banyak cara yang dapat dilakukan. Cara yang unik dan menarik akan lebih mudah diterima daripada cara yang kaku yang membuat anak susah untuk diajak belajar. Seperti yang dilakukan Walikota Mas’ud Yunus, mempunyai ide untuk membuat gerakan senam jam wajib belajar.


Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, Jumat (15/5) hadir dalam acara sosialisasi senam jam wajib belajar di GOR Seni Majapahit Kota Mojokerto. Didampingi Ketua TP PKK Kota Mojokerto Siti Amsah Mas’ud Yunus, juga hadir Sekda Kota Mojokerto, segenap Kepala SKPD, Camat dan Lurah dan KONI Kota Mojokerto. Sosialisasi yang diadakan oleh Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Mojokerto diikuti perwakilan siswa SD, SMP, SMA sederajat se-Kota Mojokerto.

Harlistyati, Ketua Persani Kota Mojokerto mengatakan bahwa senam jam wajib belajar ini bertujuan untuk mendukung program Kota Mojokerto berlingkungan pendidikan. “Dengan senam ini, kami berharap siswa nantinya tidak hanya melakukan gerakan senam saja tetapi juga ingat dan paham jam wajib belajar wajib dilakukan setiap hari pukul 6 hingga 7 malam,” serunya.

Sosialisasi senam ini sendiri melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan dan aransemen ulang lagu jam wajib belajar yang diciptakan oleh Muhammad Fauzi. Aransemen dilakukan untuk pemanasan, inti dan pendinginan. “Proses ini membutuhkan kolaborasi antara pencipta lagu, aransemen dan pencipta gerakan senam jam wajib belajar. Penciptaan gerakan senam ini dilakukan oleh kolaborasi beberapa instruktur dibawah koordinasi pengurus cabang Persani Kota Mojokerto,” lanjutnya.

Hasil dari gerakan senam jam wajib belajar ini juga direkam dalam bentuk video dan diberikan kepada perwakilan sekolah secara gratis. Peserta sosialisasi senam jam wajib belajar diikuti oleh 674 orang, terdiri dari 4 siswa dan 1 guru olah raga dari masing-masing sekolah. Persani juga mengundang 2 orang dari masing-masing SKPD dan organisasi wanita.

Walikota Mas’ud Yunus yang membuka acara ini mengatakan bahwa sosialisasi senam jam wajib belajar ini sebagai motivasi agar program jam wajib belajar bisa sukses di Kota Mojokerto dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus nantinya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Walikota berharap ada kesadaran yang tinggi bagi anak-anak maupun masyarakat akan pentingnya jam wajib belajar. Walikota menghimbau agar kegiatan ini terus dilakukan. “Bahkan saya berusaha bagaimana lagu jam wajib belajar dan senam jam wajib belajar ini bisa dipatenkan dan menjadi milik Pemerintah Kota Mojokerto,” harapnya.

Pascasosialisasi ini akan dilakukan lomba senam jam wajib belajar antarsekolah se-Kota Mojokerto. Hal ini untuk memotivasi siswa-siswi agar di sekolah benar-benar disosialisasikan terkait program jam wajib belajar.
“Untuk memperingati hari jadi Kota Mojokerto ke-97 bulan Juni nanti akan kita gelar senam masal akbar, Senam Jam Wajib Belajar seluruh siswa mulai SD sampai SMA negeri maupun swasta. Jika nanti bisa kita lakukan maka itu pertanda Kota Mojokerto benar-benar menjadi kota yang berlingkungan pendidikan,” jelas Walikota.

Kembali